Showing posts with label makalah umum. Show all posts
Showing posts with label makalah umum. Show all posts

MAKALAH ANALISIS PEMANFAATAN RETORIKA DALAM BIDANG PENDIDIKAN

MAKALAH

ANALISIS PEMANFAATAN RETORIKA DALAM BIDANG PENDIDIKAN
PADA PIDATO ” TUJUAN ALLAH SWT. MENCIPTAKAN MANUSIA ”
DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH ’’RETORIK”
Dosen Pembina Bpk. Rahmad. M.Pd

















Di Susun Oleh :
......................
08.55201....
..........




FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
UNIVERSITAS MADURA
2010


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................   i
DAFTAR ISI ..........................................................................................................   ii
BAB I PENDAHULUAN......................................................................................   1
1.1.  Latar Belakang............................................................................................   1
1.2.  Rumusan Masalah.......................................................................................   1
1.3.  Tujuan..........................................................................................................   2
BAB II PEMBAHASAN........................................................................................   3
2.1. Pemanfaatan Retorika Secara Umum..........................................................   3
2.2. Pemanfaatan Retorika Dalam Bidang pendidikan......................................   3
2.3. Tujuan Pemanfaataan Retorika Dalam Bidang pendidikan........................   4
2.3.1. Data..........................................................................................................   5
2.3.2. Kajian Tentang Manusia yang bertutur ...................................................   6
BAB III PENUTUP ...............................................................................................   7
3.1. Kesimpulan .................................................................................................   7
3.2. Saran ...........................................................................................................   7
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................   8
LAMPIRAN




KATA PENGANTAR

Syukur alhamdulillah kami panjatkan kehadiran ALLAH SWT yang telah melimpahkan rahmat Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul ”ANALISIS PEMANFAATAN RETORIKA DALAM BIDANG PENDIDIKAN ”.
Oleh karena itu, kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyusun makalah ini sebaik-baiknya. Untuk itu, kami mengharapkan saran dan kritiknya yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Atas perhatiannya kami ucapkan banyak terima kasih, semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua sebagaimana mestinya.










Pamekasan, 01 Desember 2010

                Penyusun





BAB I
PENDAHULUAN

1.1.      Latar Belakang
Retorika adalah ilmu yang mempelajari kegiatan bertutur baik secara lisan ataupun tulisan. Retorik selalu terlibat dalam kehidupan bertutur masyarakat. Selama tindak dan usaha dalam kegiatan bertutur dilakukan orang selama tindak dan usaha itu di maksudkan mempengaruhi pihak lain dan selama maksud mempengaruhi selalu ada dalam setiap kegiatan bertutur, maka selama itu pula orang terlibat dengan masalah retorik. Dengan kata lain tidak ada orang yang terlepas sama sekali dari retorik, sepanjang dia masih menyediakan diri hidup bermasyarakat. Dikatakan demikian atau kegiatan bertutur menggunakan bahasa sebagai media tutur, pemanfaatan retorika dalam bidang pendidikan ini artinya Pendidikan yang merupakan ujung tombak dalam pengembangan sumber daya manusia harus bisa berperan aktif dalam peningkatan kualitas dan juga kuantitas. Upaya pengembangan pendidikan harus sesuai dengan proses pengajaran yang tepat agar anak didik dapat menerima pelajaran dengan baik. Dalam kegiatan pembelajaran tidak terlepas dari berbagai variabel pokok yang saling berkaitan yaitu kurikulum, guru/pendidik, pembelajaran, peserta. Dimana semua komponen ini bertujuan untuk kepentingan peserta. Berdasarkan hal tersebut pendidik di tuntut harus mampu menggunakan berbagai pendekatan pembelajaran agar peserta didik dapat melakukan kegiatan belajar dengan menyenangkan. Hal ini dilatar belakangi bahwa peserta didik bukan hanya sebagai obyek tetapi juga sebagai subyek dalam pembelajaran. Peserta didik harus disiapkan sejak awal untuk mampu bersosialisasi dengan lingkungannya sehingga berbagai jenis pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan oeh pendidik.

1.2.      Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas maka rumusan masalahnya sebagai berikut :
1.2.1.      Jelaskan tentang pemanfaatan retorika secara umum !
1.2.2.      Jelaskan tentang bahasa yang digunakan !
1.2.3.      Apa tujuan pemanfaatan retorika dalam bidang Pendidikan ?
1.2.4.      Bagaimana isi komposisi dalam pidato tujuan Allah SWT Menciptakan manusia ?
1.3.      Tujuan
1.3.1.  Kita dapat mengetahui tentang pemanfaatan retoriak secara umum.
1.3.2. Kita dapat mengetahui tentang pemanfaatan retorika secara khusus yaitu dalam bidang pendikan.
1.3.3. Secara pribadi kita bisa tahu dan mengerti serta menggunakan bahasa dalam tindak tutur yang baik dalam kehidupan sehari-hari.



















BAB II
PEMBAHASAN
2.1.Pemanfaatan retorika secara umum
Pemanfaatan retorika secara umum dapat dilihat dari pernyataan berikut. Menurut ahli retorik kenamaan ”Donald C. Bryant”. Menurutnya kehidupan bersama atau bermasyarakat ini penuh dengan masalah yang bertaut-taut sama lain., masalah-masalah inilah yang membuat masyarakat itu dinamis dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Tanpa masalah, masyarakat tersebut adalah masyarakat yang mati. Dan bahkan mungkin tidak berhak disebut masyarakat lagi, karena memang tidak ada masyarakat yang masalah terhadap berbagai masalah yang ada atau timbul ataukah sengaja dimunculkan dalam kehidupan bermasyarakat itu, sebagian besar warganya memiliki pandangan, pendapat, penilaian, atau yang semacam dengan ini.karena perbedaan pribadi,pengetahuan, pengalaman antar warga masyarakat tersebut, maka pendapatnyapun berbeda- beda terhadap persoalan yang sama itu perbedaan inilah yang antara lain membuat mereka bertutur, menuturkan pendapatnya dan pemecahannya., tentu saja dalam hubungan ini dia berusaha meyakinkan penanggap tuturnya bahwa apa yang dituturkannya itu adalah yang terbaik. Untuk meyakinkan ini, secara sadar ataukah tidak dia memanfaatkan retorik yang tampak berupa pemilihan materi bahasa, jadio, pemanfaatan retorik secara umum yaitu ebagai alat pemecahan masalah, sehingga bisa dikatakan retorik selalu ada dalam kehidupanmanusia bermasyarakat. 

2.2. Pemanfaatan Retorika dalam bidang pendidikan
Ada berbagai bidang profesi yang memanfatkan retorik secara perencana yang di maksudkan pemanfaatan retorik secara perencana ini ialah penggunaan retorik yang direncanakan sebelumnya secara sadar yang di arahkan ke suatu tujuan yang jelas. Perencanaan serta penggunaan ini tentu saja mendapat pengolahan yang baik sebelumya. Adapun bidang pendidikan yang memafaatkan langsung secara terencana salah satunya ialah pendidikan. Pendidikan harus diawali dengan dua pengamatan dasar, pertama bahwa orang-orang dengan pendidikan yang lebih tinggi berbeda dengan orang yang kurang berpendidikan. Pengamatan kedua adalah perubahan individu yang terjadi setelah mereka mendapatkan yang lebih tinggi.

 2.3. Tujuan Pemanfaatan retorika dalam pendidikan Pada Pidato ” Tujuan Allah Swt. Menciptakan Manusia “.
Ada tujuan pemamfaatan retorika dalam pendidikan pada pidato ” tujuan allah swt.menciptakan manusia “ adalah sebagai berikut :
2.3.1.      Setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga setiap karakteristik tersebut harus dapat dipahami agar mereka dapat mencapai manfaat dalam pendidikan.
2.3.2.      Sebagai tambahan pengaruh orang lain dalam masyarakat dapat mempengaruhi pendidikan siswa, baik secara langsung maupun tidak langsung (keluarga dan teman-teman atau guru).
2.3.3.      Manfaat yang akan diperoleh siswa mudah sekali untuk dijelaskan,













2.3.1. Data
.




























2.3.2.  Analisis Data
Ada beberapa hal dari berbagai aspek yang perlu di Analisis dalam pidato di atas, antara lain adalah Manusia, Topik tutur, bahasa, Tindak tutur, dan komposisi Pidato. Pembuat pidato, dalam hal ini adalah manusia. Manusia merupakan mahluk yang berfikir diantara mahluk-mahluk tuhan yang lain, ia selalu memikirkan setiap perubahan-perubahan yang ada di sekitarnya, termasuk tingkat kesadaran dari masing-masing individu dari manusia itu sendiri. Maka dari itu manusia akan melakukan perubahan-perubahan baru untuk menuju kepada hal yang lebih baik termasuk menyadarkan lingkungannya. 
Topik tutur atau  pokok permasalahan yang termaktub dalam isi pidato itu merupakan kehawatiran terjadinya kesalah pahaman penciptaan manusia, sehingga orang yang membuat pidato mencoba untuk menuangkan persoalannya dalam sebuah bentuk pidato yang sederhana dan mudah di pahami oleh setiap orang yang membaca atau mendengarkan isi pidato tersebut..  .
Bahasa yang di gunakan dalam pidato tersebut sangatlah singkat, sederhana. Sehingga walaupun hanya membaca satu kali dari isi pidato tersebut langsung bisa di pahami, selain itu, susunan bahasa yang di gunakan menggunakan bahasa baku dan apabila di tafsirkan atau di jabarkan dalam keterangan yang lebih luas tidak akan terjadi multi tafsir.
Tindak tutur atau tujuan dari pidato ”Tujuan Allah SWT menciptakan Manusia” ini adalah seperti yang telah di uraikan di atas bahwa pidato ini merupakan penyadaran kembali kepada setiap manusia agar mengingat terhadap hakikat di ciptakannya manusia oleh Allah. Selain itu, pidato ini juga mengajak manusia untuk mencontoh kehidupan Nabi Muhammad SAW, termasuk juga beribadah sesuai dengan tuntunan Nabi.     
Komposisi pidato atau korelasi pidato dari awal sampai ahir merupakan susunan dalam naskah pidato tersebut. Adapun komposisinya yang adalah terdiri dari pengantar walaupun hanya sekelumit, inti pidato, himbauan, dan penutup. Pidato tersebut tidak mengulas pengantarnya terlebih dahulu secara luas, sehingga isi pidato hampir saja tidak di ketahui.
BAB III
PENUTUP

4.1.Kesimpulan

1.      Pemanfaatan retorika secara umum ialah sebagai  alat pecahan masalah sehingga bisa di katakan retorik  selalu ada dalam kehidupan manusia bermasyarakat.
2.      Pemanfaatan retorik dalam bidang pendidikan, ada berbagai bidang profesi yang memanfaatkan retorika secara terencana. Yang dimaksud pemanfaatan retorik secara terencana ialah pengguaan retorik yang di rencanakan sebelumnya secara sadar yang di arahkan kesuatu tujuan yang jelas.

3.      Pemanfaatan retorika dalam pidato yang berjudul ”Tujuan Allah SWT menciptakan Manusia” ini adalah seperti yang telah di uraikan di atas bahwa pidato ini merupakan penyadaran kembali kepada setiap manusia agar mengingat terhadap hakikat di ciptakannya manusia oleh Allah. Selain itu, pidato ini juga mengajak manusia untuk mencontoh kehidupan Nabi Muhammad SAW, termasuk juga beribadah sesuai dengan tuntunan Nabi.      

3.2. Saran
Untuk bisa mengkaji pemanfaaatan retorik pada segala bidang kehidupan berbahasa maka seseorang penganalisis harus menguasai ilmu retorik terlebih dahulu agar mudah menganalisis.






DAFTAR PUSTAKA


Keraf Gorsyi. Diksi dan Gaya Bahasa Seri Retorika, Jakarta, PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta, 2006 
NGURAH..I GUSTI OKA. Retorik Sebuah Tinjauan Pengantar , Bandung, Tarate Bandung 1985.
SUWITO, Sosiolinguistik , Fakultas Sastra Universitas Sebelas Maret, Surakarta. 1985.





























KATA PENGANTAR

Syukur Al-hamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah Swt yang telah memberikan rahmat, taufik dan hidayahnya, sehingga saya dapat menyusun dan menyelesikan makalah yang berjudul ”ANALISIS PEMANFAATAN RETORIKA DALAM BIDANG PENDIDIKAN ”. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan limpahkan kepada nabi Muhammad SAW yang telah mengubah tatanan kehidupan kita dari kehidupan yang jahiliyah menuju kehidupan yang penuh dengan tarbiyah, addiniyah dan insaniyah.
Dengan penuh kesadaran bahwa setiap insane tidak lepas dari kesalahan maka dari itu penulis sangat terbuka dan membuka kritik konstruktif dari pembaca demi sempurnanya tugas berikutnya.




Pamekasan, 01 Desember 2010

                Penyusun


Jangan lupa komentarnya ya gan, komentar anda lebih berharga dari pada berlian.
Continue Reading | komentar (2)

laporan tentang krupuk ikan

TUGAS
LAPORAN
 KRUPUK IKAN































Oleh :

NAMA : EDY JATMIKO : 08 55201 373
NAMA : MOH. SAIFULLAH : 10 55201391




                                                                                   




UNIVERSITAS MADURA
FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
2011

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam menjalani kehidupan manusia pasti butuh satu sama lain, baik dalam pribadi, sosial dan pendidikan, dan yang menjadi masalah pada sekarang ini, lahan pekerjaan semakin bertambah, tetapi dengan banyaknya jumlah penduduk, peluang untuk mendapatkan pekerjaan jadi semakin kecil. Untuk itu, ada baiknya, setiap manusia mampu berdiri sendiri dengan usahanya dalam bertahan hidup.
Berusaha dalam bertahan hidup itu diantaranya dengan membuka sendiri lahan usaha baru untuk kita tekuni. Dengan mempertimbangkan segala sesuatunya, termasuk ketersediaan sarana dan prasarana yang menunjang, yang tidak hanya diciptakan oleh kita, tetapi untuk mempermudah juga dilihat dari aspek lingkungan.
Berbagai macam lahan usaha yang dapat dilakukan, diantaranya adalah usaha pembuatan Krupuk ikan seperti apa yang akan penulis paparkan dalam makalah ini.












BAB II
BENTUK USAHA
A. Sumber Pendapatan
Dalam keluarga yang menjadi pendapatan sehari-hari adalah membuka usaha kecil-kecilan sehingga keluarga kami dapat bertahan hidup bahkan kami sudah banyak membantu masyarkat sekitar dalam meuntaskan pengangguran, dengan usaha Keripik ikan ekonomi keluarga kami semakin membaik Usaha ini sangatlah bagus dan cerah karena usaha yang dijalankan ini sudah mulai ditinggalkan orang. Ciri produk yang khas yang dimiliki oleh perusahaan, membuat daya tarik tersendiri akan usaha ini, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.
Dengan sistem manajemen dan kontrol kualitas yang terjaga, maka usaha ini akan cukup berpotensi hingga masa yang akan datang. Dengan menajemen yang diterapkan pada tiap bagian dari usaha ini, dari mulai manajemen dalam bahan baku, produksi, hingga pemasaran, maka usaha apapun akan dapat bertahan menghadapi persaingan baik dengan sesama produsen Kerupuk ikan maupun bersaing dengan produk baru lainnya.
Disamping itu, karena Krupuk Ikan merupakan jenis makanan yang sudah umum di masyarakat sehingga dalam hal pangsa pasarnya  tidak akan diragukan lagi.

B. Pendapatan Setiap Bulan
Tentang pendapat dari usaha kami setiap bulan itu cukup baik karena dengan harga ikan yang begitu murah dan  bahan bahan lainya harganya sangat terjangkau, dari apa yang telah di kalkulasi dari hahan bahan mentahnya dan juga dari uang listriknya dan juga sepuluh gaji karyawan itu menghabiskan dana 400.000 (Empat ratus ribu rupiah ) perbulan dan sehingga kami dapat meraih keuntungan  perbulan yaitu kurang lebih 1000,000 (Satu Juta Rupiah ) buat kami itu lebih dari cukup

C. Sistem pengelolaan
Salah satu yang pengusaha yang telah mencoba peruntungan Krupuk ikan adalah Sruiwahyuni Sejak tahun 2008, ia membikin Krupuk ikan berbahan ikan dan Tepung pilihan  Sebelumnya, Sriwahyuni telah melakukan uji coba hampir selama satu tahun sebelum mendapatkan formula yang pas. "Dulu, saya coba Krupuk ikan itu hanya sekedar untuk pameran,"  yang berlokasi di tanjung oleh dibilang, walau belum lama menggarap Krupuk ikan dari tepung, namun permintaan pasar sungguh menjanjikan. Buktinya, Sriwahyuni sering kewalahan memenuhi permintaan. "Mungkin karena bahannya dari ikan , orang jadi penasaran dan ingin mencoba rasanya," ungkapnya.
Sriwahyuini membuat Krupuk ikan dalam  bentuk yang bagus. yaitu Krupuk ikan yang   seharga Rp 3000  per kilo. Kedua,
Setiap hari, Sriwahyuni mampu menjual Krupuk ikan ke sejumlah toko di kawasan tanjung dan Sampang. Ada yang dijual dengan sistem "titip" lewat pendagang atau warung. "Saya biasa titip ke warung-warung dan koperasi imbuhnya. Jenis Krupuk ikan yang ia titipkan biasanya berupa potongan-potongan kecil.
Selain itu, sriwahyuni juga melayani pesanan. Datangnya memang tak menentu. Bisa saja, bulan-bulan tertentu ramai sekali. Tapi, kadang, satu bulan penuh tak ada pesanan masuk.
Cara membuat Keripik Krupuk ikan cukup mudah.Pertama dengan memisahkan daging ikan itu dari tulangnya, kemudian di tambah adonan tepung yang telah di kasih bahan yang lain.
Setelah adonan selesai baru dibuat Krupuk ikan dengan cara di bentuk kecil kecil dengan menggunakan tangan bukan alat atau mesin, Baru setelah itu dipacking dan dilabel.
Sekarang ikan bisa dijadikan sebagai bahan pembuat krupuk. Rasa Keripik ikan dari bahan ikan tidak kalah lezat dengan bahan tepung dicampur ikan . Malah rasanya menjadi lebih khas.

Ø      Modal dan keuangan
Modal memang sanglah perlu tanpa kita mempunyai mudal kita tidak akan bisa berbuat apa-apa, apa lagi membuka usaha  tapi membuka usaha seperti Krupuk ikan tidaklah membutuhkan uang banyak cukup dengan 1000,000 (satu Juta) maka dari itu tidaklah sulit untuk mencari mudal seperti mebuat Krupuk ikan keuntungan membuka usaha yang lainnya seperti membuka usaha Membuat tahu dan juga membuat kerajinan tangan yang dari kayu seperi tempat baju tempat tidur dan juga kainsebagainya
Aset terbaik ditengah ketidakteraturan dunia ini salah satunya adalah Kecerdasan Keuangan artinya kita perlu bisa menghasilkan uang, bisa memeliharanya, bisa meningkatkannya, bisa membuat faktor kali dengannya, bisa menyelesaikan masalah-masalah keuangan seperti kekurang uang atau kelebihan uang.

Ø      Proses Menajalani Usaha
Seorang pengusaha harus dapat melihat dan memanfaatkan peluang yang ada sehingga usaha yang dijalankannya tidak mengalami kegagalan ditengah jalan.
Persaingan dengan perusahaan lain akan dapat diatasi dengan langkah-langkah yang terencana denan baik dan matang yang diantaranya adalah melakukan efisiensi dan peningkatan kualitas produk yang kita buat, yang dalam hal ini proses produksi Krupuk ikan, dilakukan dengan cepat tanpa mengabaikan rasa dan rupa dari Krupuk ikan tersebut.
Efisiensi dapat dilakukan dengan cara menggunakan tenaga terampil atau tenaga yang telah dilatih dalam hal pembuatan Krupuk ikan. Mulai dari penyiapan bahan baku hingga pengirisan yang dilanjutkan dengan penggorengan.
Dalam produksi bahan makanan sangat perlu diperhatikan cita rasa dan rupa. Cita rasa yang tinggi tanpa memperhatikan rupa, akan kurang berhasil, begitupun sebaliknya.
Packing atau pengemasan produk yang elegan dan unik akan memberi nilai jual tersendiri. Dalam keyataan, kebanyakan produk yang dikemas, hampir 40% biaya produksi adalah untuk kemasan, sedangkan sisanya adalah untuk bahan baku dan tenaga kerja.
Bermunculannya produsen jenis makanan ringan juga akan memberikan persaingan tersendiri walaupun dari segmen produksi yang berbeda, tetapi untuk segmen makanan ringan hal ini akan sangat memanaskan persaingan.

Ø      Segmentasi Pasar Yang Akan Dimasuki
Segemen pasar yang diincar adalah kalangan bawah hingga atas, dimana Krupuk ikan dapat dimakan oleh siapapun, tidak terkecuali kalangan atas.
Produk yang dihasilkan berupa Keripik ikan akan dipasarkan dengan cara penitipan ke pengecer yang bisa berupa warung atau toko makanan maupun toko biasa. Selain itu Krupuk ikan yang dihasilkan dapat dipasarkan melalui door to door langsung ke konsumen akhir.
Krupuk ikan dapat juga dipasarkan dengan dengan cara order pemesanan. Hal ini biasanya untuk pemesanan partai yang agak besar, dalam hal ini dilakukan oleh distributor.
Lebih jauh lagi, dengan pengemasan yang menstandar tinggi, produk Krupuk ikan ini dapat menembus pemasaran di super market ataupun bahkan skala ekspor ke luar negeri.
Dengan kemasan yang dibuat sedemikian rupa hingga dapat terlihat elegan, maka kalangan atas yang biasanya mempertimbangkan gengsi, tidak akan ragu untuk membeli Keripik ikan yang bersangkutan walaupun harga jualnya jadi akan lebih membengkak.

Ø      Estimasi Kelancaran Usaha
suatu usaha dikatakan lancar tidak hanya ditentukan dari lancarnya penjualan, tetapi juga ditentukan oleh proses produksi follow-up-nya. Dengan lancarnya penjualan secara otomatis juga memerlukan proses produksi yang juga tidak terhambat.
Kelancaran produksi bisa ditentukan oleh penggunaan permesinan yang dapat menghemat upah tenaga kerja dengan tingkat produksi yang juga tinggi. Selain ditentukan oleh penggunaan permesinan, kelancaran produksi juga dapat ditentukan oleh tenaga produksi yang telah terampil dan mampu berdisiplin hingga bisa mencapai target produksi sesuai dengan order penjualan.
Kelancaran produksi tidak akan terlepas dari kelancaran suplai bahan baku. Dalam hal ini bahan baku yang digunakan adalah berupa Keripik ikan Dewasa ini memang penanaman singkong sudah tidak banyak dilakukan oleh para petani. Singkong hanya dijadikan sebagai tanaman penyelang pada tanaman utama seperti pada palawija.
Untuk itu perlu dipikirkan untuk mempunyai sumber bahan baku sendiri. Salah satu caranya yaitu bisa dengan memiliki lahan tambak ikan  sendiri, atau bekerjasama dengan orang tambak ikan  yang bersedia menanam ikan  secara khusus. Hal ini untuk menjaga agar produksi tidak berhenti.
Sebagai penunjang kelancaran usaha, khususnya dalam hal proses produksi, kelancaran suplai bahan baku ini sangat perlu untuk diperhatikan. Cadangan bahan baku perlu dipertimbangkan untuk proses produksi hingga paling tidak 5 hari. Hal ini untuk menjaga jika terjadi hambatan dalam penyediaan bahan baku. Karena ikan yang baik untuk dijadikan bahan baku.
Kantung plastik, atau bahkan foam-box yang biasa digunakan untuk kemasan makanan, kadang hanya berupa kemasan standar dan kurang sesuai untuk digunakan dalam mengemas jenis produk seperti kripik ikan. Untuk itu perlu dipikirkan cara pengadaan kemasan ini disesuaikan dengan produk keripik ikan yang dihasilkan, jika diperlukan harus dipikirkan pembuatan sendiri kemasan yang lain dari yang lain.

Ø      Penetapan Harga Jual
MenetapkanPenetapan harga jual dilakukan dengan cara memperhitungkan harga bahan baku, upah pekerja, proses produksi, pengemasan, pemasaran dan jika perlu diperhitungkan pula biaya promosi dan transportasi.
Semua harga yang telah teridentifikasi dapat dihitung hingga bisa didapat harga satuan minimal (modal yang digunakan). Selanjutnya kita dapat menentukan harga jual setalah diperhitungkan dengan keuntungan yang ingin kita peroleh.
Penetapan harga ini sangat perlu dilakukan untuk standarisasi penjualan, sehingga tidak akan terjadi kesenjangan yang signifikan antara harga produk yang harus dibayar konsumen secara langsung dengan harga produk setelah melalui distributor atau agen.
Dalam penetapan harga jual ini kita juga harus realistis. Jika ditentukan terlalu tinggi maka konsumen akan mempertimbangkan kembali untuk membeli produk kita dan lebih jauh lagi mereka akan lari ke produk lain yang sejenis. Hal tersebut tentu tidak ingin terjadi. Untuk itu perlu diperhitungkan harga jual produk dari produsen lain.

Ø      Kripik ikan
Kripik ikan dengan rasa khasnya yang durih dan enak. Makanan ini sempat menjadi santapan terkenal karena ada beragam model rasanya,  Selama ini yang kita tahu Krupuk ikan di buat dengan bahan dasar tepung terigu dan daging ikan.
Dari pengakuan beberapa masyarakat yang pernah merasakan Krupuk ikan ini, mereka mengaku justru rasanya lebih enak dari pada kripik biasa yang menggunakan singkong.
Apa  apa saja kelebihan yang terdapat pada makanan Krupuk ikan ini, sehingga menjadi ikan atau krupuk Pada dasarnya, secara penggunaan, tepung ikan lebih irit dibandingkan dengan tepung pembuatan kripik lainnya.
Ø      Perbedaan  kripik biasa dengan kripik ikan
Jika dilihat dari teksturnya, kripik ikan Krupuk ikan memiliki tekstur yang lebih ekonomis dan bagus hal  ini yang membuat irit dalam penggunaannya tepung,
Misalnya, untuk membuat satu adonan
Krupuk ikan dibutuhkan 200 gr tepung terigu. Sedangkan dengan tepungikan hanya diperlukan 150 gr.
Selain  itu, tepung ikan mempunyai kadar air lebih sedikit sehingga kripik cepat di goreng.
Ada lagi, jika dilihat dari daya tahannya, tepung singkong dapat disimpan hingga setahun sedangkan tepung terigu baru sebulan sudah kutuan
Keripik ikan dari  tepung   Keripik ikan mampu bertahan satu Namun, sayangnya dari segi ketersediaan, tepung ikan belum sebanyak tepung terigu. Maklum, pabrik pengolahannya baru ada tiga yaitu di Trenggalek (Jawa Timur), Lampung, dan Karawang (Jawa Barat).
Selain itu, sebagian besar tepung singkong yang dihasilkan lebih banyak digunakan untuk memenuhi pasokan berbagai industri makanan di luar Pulau Jawa















BAB III
BAGAIMANA CARA MENGEMBANGKAN USAHA
1. Ada banyak cara dalam mengembangkan suatau usaha dari usaha kecil sampai usaha yang paling besar, intinya kita yakin bahwa kita bisa menjalani usaha ini dengan baik dan terus berkembang hingga membuka lapangan kerja untuk menuntaskan pengagnguran. Maka dari itu untuk  mewujudkannya dibutuhkan langkah yang sangat penting dan dilakukan dengan sistematis, dan penuh optimis.
a.       Percaya diri Pondasi awal kesuksesan adalah percaya diri. Orang dengan percaya diri meraih kesuksesan lebih cepat dibandingkan yang lainnya. Mereka juga menginspirasi kepercayaan pada kolega, bawahan dan pelanggan. Pengusaha dengan percaya diri bersedia mengambil resiko dan berusaha keras untuk memulai atau mencapai sukses. Anda harus memiliki percaya diri untuk sukses dan kegagalan bukanlah opsi yang Anda miliki. Bangun percaya diri Anda.
b.      Memilih bisnis yang tepat Apa yang menjadi ciri bisnis yang akan Anda mulai? Anda harus mengidentifikasikan produk dimana ada kebutuhan dan Anda menyukainya. Bukan masalah jika ada bisnis serupa yang ada di kota Anda tapi apapun yang Anda temukan sebelum memulai usaha baru adalah apakah ada tempat untuk bisnis tambahan. Survey pasar akan membantu Anda membuat keputusan yang benar.
c.       Lokasi adalah faktor penting yang harus Anda pertimbangkan saat memulai usaha baru. Meski dengan produk yang tepat, usaha baru tidak bisa bertahan kecuali berada di tempat yang tepat dengan kemudahan akses dan fasilitas parkir. Sebuah usaha baru haruslah bisa bertahan, mengalahkan persaingan dan berhasil di lingkungan yang kompetitif.
d.      Sasaran Setelah Anda memutuskan memulai usaha, langkah pertama adalah menentukan sasaran Anda untuk menjalankan bisnis yang sukses. Ciri bisnis yang Anda inginkan. Jumlah uang yang bisa Anda investasikan dan pengembalian yang Anda harapkan. Apakah pasangan Anda turut serta dalam bisnis atau bekerja sebagai karyawan. Tentukan sasaran Anda sehingga mereka bisa dicapai.
e.       Rencana bisnis Persiapkan rencana untuk menentukan strategi apa yang Anda lakukan untuk mencapai sasaran Anda. Jika Anda tidak bisa mempersiapkan sebuah rencana, gunakan jasa konsultan atau teman yang menjalankan bisnis yang sukses. Termasuk analisa alur kas dan break even. Kecuali Anda memiliki rencana yang tepat sebelum memulai maka Anda bisa melepaskan diri dari batasan dan menggunakan strategi bertahan seperti mendapatkan pinjaman dengan bunga yang tinggi atau menjaminkan usaha Anda.
f.       Pengetahuan dan ketrampilan Saat memulai usaha baru, lebih baik jika memulai pengetahuan tentang bisnis atau pengalaman kerja dengan bisnis serupa. Jika Anda tidak memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang memadai, Anda bisa mempekerjakan sesorang yang memiliki ketrampilan tersebut, tapi ini seharusnya tidak menghalangi Anda untuk memulai bisnis. Dengan keteguhan dan upaya Anda bisa belajar sembari jalan.
g.      Promosi bisnis Banyak pengusaha yang menghabiskan uang dalam jumlah besar tapi ragu untuk menggunakan uangnya untuk iklan dan promosi bisnis mereka. Orang lain harus tahu ada bisnis baru yang dibuka di kotanya. Iklan di koran lokal dan penyebaran flyer dan brosur akan menciptakan awareness dan mendatangkan pelanggan. Website yang di update secara teratur akan sangat membantu.
h.      Setelah Anda mencapai sasaran dalam memulai usaha baru, Anda harus mendapatkan alur pelanggan yang stabil dan memastikan mereka memiliki pengalaman berbisnis dengan Anda. Seperti yang dikatakan sriwahyuni, pendiri Usaha Keripik ikan: "Jika Anda membangun pengalaman yang baik, pelanggan akan menyebarkan hal tersebut. Iklan dari mulut ke mulut sangat ampuh."Dengan segala keterbatasan dana, terbukti beberapa ide kreatif baru di atas bisa berlanjut menjadi sebuah peluang bisnis baru dan penggagasnya bisa menjadi calon pengusaha baru. Ide-ide kreatif mereka sudah mulai dilirik oleh sejumlah perusahaan atau vendor untuk digarap lebih jauh sebagai sebuah bisnis. “Yang saya tahu, Ana Ningsih si penemu Multiclos memang sedang ada pembicaraan dengan salah satu produsen kloset. Lalu, ada sebuah perusahaan sepeda motor yang ingin membeli desain Tasenden karya Dony,” ujar Yoris. Menariknya, peminat tongkat cahaya untuk kaum tunanetra di Bali pun tidak sedikit. “Terakhir kali saya bertemu dengan penemunya, dia sedang giat-giatnya memproduksi massal tongkat ini. Dia menjual dengan harga murah, karena memang niatnya bukan sekadar komersial, tetapi membantu orang-orang tunanetra,” tambah Yoris, yang berharap pada DBIA tahun ketiga akan makin banyak perusahaan atau vendor yang tertarik pada produk-produk DBIA untuk kemudian memproduksinya. Jadi, jalan untuk menjadi pengusaha sebenarnya terbentang luas bagi siapa saja. Asal punya ide kreatif dan inovatif, maka lahirlah pengusaha baru, sekalipun di tengah krisis. Seperti Fiki, yang justru membangun usaha distro di tengah berlangsungnya krisis ekonomi 1997–1998. Demi kepentingan ekonomi nasional, tumbuhnya pengusaha-pengusaha baru berbasiskan ide-ide kreatif dan inovatif jelas banyak memberi manfaat. Selain produktivitas nasional meningkat, lapangan kerja baru pun tercipta.
2. Mendalami Usaha Lain
Namun , untuk memulai sebuah usaha mulailah yang kecil dulu. Selami dan pahami  terlebih  karakteristik usaha Keripik ikan.
Jikalau tidak  mempunyai  gerobak dorong, mulailah dari rumah Anda sendiri. Kenalkan produk Anda ke teman-teman dekat, tetangga-tetangga Anda, seluruh tetangga di kampung. Tentunya mereka harus mengeluarkan uang  (harga promosi) untuk membeli produk keripik singkong Anda. Disamping  itu Anda harus menyediakan ‘tester’ sebagai ‘cicip-cicip’.
produk Anda  sudah  diterima mulailah untuk menitipkan produk Anda ke toko-toko, swalayan, supermarket, atau toko khusus pusat oleh-oleh di kota Anda. Tentunya, Anda harus mengemasnya dengan baik dan diberi merek. Namun adakalanya toko pusat oleh-oleh hanya mau menerima kemasan kosongan tanpa merek.
Dimana  merek atau labelnya akan diberi sendiri oleh toko tersebut.
Tidak masalah, sepanjang Anda tidak dirugikan dan keuntungan yang Anda harapkan terpenuhi. Apalagi bila produk Anda belum terkenal.
Di samping itu, pusat oleh-oleh biasanya sudah punya surat ijin produksi atau ijin lainnya dari instansi terkait, jadi  Anda tidak perlu repot-repot untuk mengurusnya.  Namun sebaiknya  Anda harus mengurus ijin apabila Anda memberi kemasan pada produk Anda, agar  produk Anda tidak dikatakan ilegal.
Untuk kemasan Keripik ikan, Anda bisa menggunakan kantong plastik yang di desain dengan menarik, untuk melekatkan kantong plastiknya bisa digunakan  alat pengemas plastik.
Mengenai harga, Anda bisa survei harga ke pasar dan toko-toko terdekat. Saat ini harga Keripik ikan di pasaran ,per kemasan bervariasi dari Rp. 2.500,- hingga Rp. 5.000,-, tergantung dari target pasarnya.
Harga jual tergantung dari bentuk besar kecilnya bungkus. Krupuk ikan dengan bungkus kecil itu lebih murah antara 5.000 dan 6.500 sedangkan yang besar antara 10.000 sampai 15.000.
Berikut merupakan proses pembuatan dan cara mencampur komposisinya.
  1. ikan, dipotong-potong. Kemudian cuci hingga bersih.
  2. Untuk bumbu perendamnya, campurkan bawang putih dan bawang merah yang telah dihaluskan, Aduk- aduk  hingga tercampur.
  3. Krupuk ikan di aduk di campur tepung.
  4. di campur telur dan soda makanan
  5. setelah jadi adonan kemudian di bentuk sesuai keinginan
  6. Goreng adonan yang telah di bentuk kemudian
  7. di keringkan dari minyak gorengnya
  8. lalu dibungkus sama plastik (di pack)










                                                                 








BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Tulisan yang telah penulis uraikan di atas dapat ditarik benang merah dalam merintis usaha pembuatan kripik ikan diantaranya adalah bahwa dalam merintis suatu usaha ada baiknya direncanakan secara matang baik ditinjau dari prospek masa depan maupun sistem manajemen yang dapat dilakukan untuk mengelola usaha yang bersangkutan.
Selain itu perlu pula dipikirkan dan diperhitungkan tentang prospek persaingan, segmentasi pasar dan kelancaran usahanya.Khusus untuk pengelolaan usaha pembuatan Krupuk ikan ini, perlu diperhatikan ketersediaan bahan baku berupa ikan beserta sifat dari ikan itu sendiri yang dapat membusuk.
Penetapan harga jual merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam suatu usaha. Harga harus realistis tetapi tidak melupakan modal yang dikeluarkan untuk melakukan usaha yang bersangkutan tersebut.

B. Saran.
            Apa bila terdapat kesalahan dari laporan di atas kami sebagai penulis minta maaf yang tiada batasnya dan apabila terdapat kejangkalan dan kekurangan , penulis sangat mengharap kritik dan sarannya untuk memperbaiki laporan kami selanjunya.   





Continue Reading | komentar

Makalah Etika Profesi


MAKALAH
PENGERTIAN PROFESI
DAN PROFESIONALISME
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Etika Profesi




 







Disusun Oleh :
·         Rizal Alfian Rasydi        (08.55201.371)
·         Amirullah                       (08.55201.450)
·         Khalifah Eka                  (08.55201.385)
·         Moh. Madi                      (08.55201.377)
·         Moh. Saifullah                (08.55201.391)


Fakultas Teknik – Teknik Informatika
Universitas Madura
2010-2011


KATA PENGANTAR

            Puji syukur panjatkan kehadirat Allah SWT, yang mana kelompok kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Profesi dan Profesionalisme”.
Penulisan makalah adalah merupakan salah satu tugas awal dari mata kuliah Etika Profesi. Kami menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada Dosen Pengajar Ibu Nafisah, Skom.
Semoga makalah  ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi kami sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai, Amiin.

Pamekasan,               2011
Penulis






DAFTAR ISI

DAFTAR ISI..................................................................
KATA PENGANTAR....................................................
BAB   I    PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang..........................................
B.     Rumusan Masalah....................................
C.     Tujuan Permasalahan................................

BAB  II   PEMBAHASAN
Apa Yang Dimaksud Profesi dan
Profesionalisme..............................................

BAB III  PENUTUP
A.     Kesimpulan..............................................
B.     Saran........................................................

DAFTAR PUSTAKA.....................................................







BAB  I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Etika punya arti yang berbeda-beda jika dilihat dari sudut pandang pengguna yang berbeda dari istilah itu. Bagi ahli falsafah, etika adalah ilmu atau kajian formal tentang moralitas. Moralitas adalah ha-hal yang menyangkut moral, dan moral adalah sistem tentang motivasi, perilaku dan perbuatan manusia yang dianggap baik atau buruk. Franz Magnis Suseno menyebut etika sebagai ilmu yang mencari orientasi bagi usaha manusia untuk menjawab pertanyaan yang amat fundamental : bagaimana saya harus hidup dan bertindak ? Peter Singer, filusf kontemporer dari Australia menilai kata etika dan moralitas sama artinya, karena itu dalam buku-bukunya ia menggunakan keduanya secara tertukar-tukar.
Bagi sosiolog, etika adalah adat, kebiasaan dan perilaku orang-orang dari lingkungan budaya tertentu. Bagi praktisi profesional termasuk dokter dan tenaga kesehatan lainnya etika berarti kewajiban dan tanggung jawab memenuhi harapan (ekspekatasi) profesi dan amsyarakat, serta bertindak dengan cara-cara yang profesional, etika adalah salah satu kaidah yang menjaga terjalinnya interaksi antara pemberi dan penerima jasa profesi secara wajar, jujur, adil, profesional dan terhormat.
Bagi eksekutif puncak rumah sakit, etika seharusnya berarti kewajiban dan tanggung jawab khusus terhadap pasien dan klien lain, terhadap organisasi dan staff, terhadap diri sendiri dan profesi, terhadap pemrintah dan pada tingkat akhir walaupun tidak langsung terhadap masyarakat. Kriteria wajar, jujur, adil, profesional dan terhormat tentu berlaku juga untuk eksekutif lain di rumah sakit.
Bagi asosiasi profesi, etika adalah kesepakatan bersamadan pedoman untuk diterapkan dan dipatuhi semua anggota asosiasi tentang apa yang dinilai baik dan buruk dalam pelaksanaan dan pelayanan profesi itu.

B.     Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud Profesi dan Profesionalisme?

C.     Tujuan Permasalahan
Untuk mengetahui pengertian dan perbedaan dari Profesi dan Profesionalisme.




BAB  II
PEMBAHASAN

Apa yang dimaksud Profesi dan Profesionalisme
Pengertian Profesi
Profesi adalah suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk menafkahi diri dan keluarganya dimana profesi tersebut diatur oleh Etika Profesi dimana Etika Profesi tersebut hanya berlaku sesama Profesi tersebut. menurut DE GEORGE, timbul kebingungan mengenai pengertian profesi itu sendiri, sehubungan dengan istilah profesi dan profesional. Kebingungan ini timbul karena banyak orang yang profesional tidak atau belum tentu termasuk dalam pengertian profesi. Berikut pengertian profesi dan profesional menurut DE GEORGE :
PROFESI, adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian.
PROFESIONAL, adalah orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi. Atau seorang profesional adalah seseorang yang hidup dengan mempraktekkan suatu keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam suatu kegiatan tertentu yang menurut keahlian, sementara orang lain melakukan hal yang sama sebagai sekedar hobi, untuk senang-senang, atau untuk mengisi waktu luang.

Pengertian Profesionalisme
Soedijarto (1990:57) mendefinisikan profesionalisme sebagai perangkat atribut-atribut yang diperlukan guna menunjang suatu tugas agar sesuai dengan standar kerja yang diinginkan. Dari pendapat ini, sebutan standar kerja merupakan faktor pengukuran atas bekerjanya seorang atau kelompok orang dalam melaksanakan tugas.
Sementara itu Philips (1991:43) memberikan definisi profesionalisme sebagai individu yang bekerja sesuai dengan standar moral dan etika yang ditentukan oleh pekerjaan tersebut.
Berdasarkan kedua pendapat diatas, terdapat sejumlah faktor dominan dalam mempersoalkan profesionalisme dikalangan pegawai. Pertama, kapasitas intelektual pegawai yang relevan dengan jenis dan sifat pekerjaannya. Kapasitas intelektual ini tentu berhubungan dengan jenis dan tingkat pendidikan yang menjadi karakteristik pengetahuan dan keahlian seseorang dalam bekerja. Kedua, standar kerja yang sekurang-kurangnya mencakup prosedur, tata cara dan hasil akhir pekerjaan. Ketiga, standar moral dan etika dalam melaksanakan pekerjaan tersebut. Hal ketiga inilah yang sulit dirumuskan dan dinyatakan secara utuh, karena proses aktualisasinya tidak hanya ditentukan oleh sifat dan watak seseorang, tetapi ditentukan juga oleh system nilai yang berlaku dalam suatu lingkungan kerja. Sebagai contoh, seseorang yang berwatak jujur dapat berubah menjadi pribadi yang korup, karena system nilai yang berlaku di lingkungan kerjanya memang system nilai yang korup.

Bisnis teknologi Informasi
Model SEARCC untuk pembagian job dalam lingkungan TI merupakan model 2 dimensi yang mempertimbangkan jenis pekerjaan dan tingkat keahlian ataupun tingkat pengetahuan yang dibutuhkan. Model tersebut dapat digambarkan sebagai berikut


Setiap jenis pekerjaan dari skema diatas masing-masing memiliki tingkatan, yaitu:
a.       Supervised (terbimbing), 0-2 tahun pengalaman, masih butuh pengawasan dan petunjuk.
b.      Moderately supervised (Madya),3-5 tahun pengalaman,masih perlu dibimbing.
c.       Independent/Managing (mandiri), tidakmembutuhkan bimbingan.

Beberapa kriteria yang menjadi pertimbangan klasifikasi job model SEARCC:
a.       Cross Country,Cross-enterprise applicability, job harus relevan dengan kondisi region yang memiliki kesamaan pemahaman.
b.      Function oriented bukan tittle oriented, gelar bisa berbeda, yang penting fungsi nya sama.
c.       Testable/Certifiable, job dapat diukur atau diuji.
d.      Applicable, fungsi yang didefinisikan harus dapat diterapkan pada mayoritas profesional TI di region masing-masing.

Instruktur
Instruktur IT adalah seorang yang memiliki kopetensi dan tanggung jawab proses belajar mengajar atau melatih dibidang Teknologi Informasi. Instruktur IT harus memiliki kombinasi kemampuan menguasai pengetahuan tentang software dan hardware yang menjadi tanggung jawabnya. Instruktur berperan melakukan bimbingan, pendidikan dan pengarahan terhadap anak didik.

System Developer
Merupakan bidang keahlian dibidang pengembangan sistem informasi.
System Developer ini mencakupi 3(tiga) bidang keahlian, yaitu :
Ø      Programer
Seorang pengembang perangkat lunak atau orang yang menulis perangkat lunak komputer.
Istilah programmer komputer dapat mengacu pada suatu spesialis area computer programming atau pada suatu generalist kode untuk macam-macam perangkat lunak. Orang praktisi atau berprofesi secara resmi terhadap programming dikenal juga sebagai seorang analis programmer, insinyur perangkat lunak, ilmuwan komputer, atau analis perangkat lunak. Suatu bahasa komputer utama programmer ( Java, C++, dll).
Real Programer
Real Programer atau “Hardcore” Programer adalah seorang programer yang menjauhkan diri dari hal yang modern atau tidak menggunakan graphical tools seperti IDE (Integrated Development Environment) dan lebih condong mengarah penggunaan bahasa assembler atau kode mesin, dan semakin dekat dengan perangkat keras.
Bahasa pemrograman yang digunakan biasanya seperti :
·         Java
·         C / C++
·         C#
·         FOLTRAN
Ø      System Analyst
Continue Reading | komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sport

Entertainment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2011. Indonesian Blog Walking - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger